Selasa, 03 Januari 2012

“kini ku mengerti tulus cinta ini, hanyalah mimpi panjang yang tak pernah usai. Karena tuk bersamamu bagaikan berharap memeluk bulan”

Sejujurnya aku tidak berharap dapat memilikimu, bagiku memilikimu adalah impian yang terlalu tinggi dan aku menyadari akan hal tersebut. Impian memilikimu biarlah terkubur dalam dalam dihatiku. Biarkan impian ini hanya menjadi impian semata, impian yang hanya akan membuatku tersenyum sesaat bila aku membayangkan bahagianya diriku saat senyummu, tawamu, candamu hanya untukku. Namun impian itu pula yang menyadarkanku bahwa kau tidak mungkin menjadi milikku. Dan terkadang pukulan dari impian itu dapat membuat mataku berkaca kaca dan meneteskan butiran butiran air mata yang seharusnya tidak boleh menetes dipipiku. Namun entah mengapa mengkhayal tentang hal tersebut adalah the happiest moment. Jika pikiranku sedang terbang ke dalam khayalanku dimana aku dapat memilikinya rasanya aku akan lebih memilih hidup dalam khayalanku sendiri.
                5 hari dalam 1 minggu kami hampir selalu bertemu, namun mungkin dia tidak mengenalku. Sebaliknya dengan dirinya, aku telah mengenalnya secara tidak langsung, aku mengenalnya tanpa dia memperkenalkan diri padaku. Aku tau kapan dia dilahirkan, bagaimana sifatnya, teman sebangkunya, warna favoritenya , plat nomer motornya dan masih banyak lagi. Dan mungkin cukup aku yang mengenalnya tanpa dia mengenal diriku.
                Dia kaka kelasku, kaka tingkat, lebih tua 2 tahun dariku. Dan kini dalam anganku aku berada dalam dua persimpangan jalan yang sulit kupilih. Jalan pertama adalah dimana aku harus terus berjuang memperjuangkan perasaan ini dan selalu yakin bahwa suatu saat nanti kau dapat mengerti dan menyambut hadirku, atau jalan yang kedua dimana aku harus menarik segala impian impianku dan membuang angan anganku untuk dapat bersamanya, melupakan segalanya dan mundur atau mengalah pada kenyataan yang mulai harus kuterima bahwa kau tidak bisa menyambut hadirku dengan hatimu.
                Mungkinkah disana kau merasakan hal yang sama ? mungkinkah disana kau merasakan kegelisahan hatiku, jalan mana yang harus kupilih ? jalan pertama atau jalan kedua. Hatiku gelisah, namun dalam kegelisahan hatiku ini, aku masih sempat membayangkan kalau kau juga memikirkan hal yang sama denganku. Disini, dalam diam pikiranku melayang kembali, aku mungkin akan lebih mudah bila aku membenci saja dirimu agar hidupku kembali seperti sedia kala, namun untuk membenci dirimupun aku tak sanggup, begitu banyak cinta yang menggebu gebu dalam hatiku yang membuatku tak mampu membencimu sedikitpun. Bahkan membuat kesalahan dimatamu akan menjadi hal yang tak mungkin aku lupakan. Bantu aku membencimu, bantu aku lepaskan dirimu, bantu aku untuk merelakanmu bahagia dengan seseorang yang kau pilih dan aku harap orang itu akan selalu menjaga senyummu dan akan memberi warna dalam hidupmu.
                Ya Allah, mungkin saat ini aku hanya ingin melihatnya bahagia meskipun dia tak bisa berada disisiku sekarang, mungkin saat ini kebahagiaannya akan menjadi kebahagiaanku juga. Semoga dengan siapapun kamu nanti, aku selalu berharap orang tersebut dapat mencintaimu dengan tulus, semoga orang itu dapat selalu membuatmu tersenyum, senyum yang selalu membuatku tergila gila padamu, semoga orang itu selalu menyebut namamu dalam setiap doa yang dia panjatkan, dalam helaan nafas yang dia hembuskan dan semoga orang tersebut dapat memberi warna yang berarti dalam hidupmu. Meski tanpaku kau akan menjalani hidup lebih indah, tanpa bayang bayangku didekatmu, disekitarmu.
                Untuk hari ini, jam ini, menit ini, detik ini aku hanya ingin membuatmu percaya bahwa aku mampu memberikan kasih sayangku setulus hatiku lebih dari yang dia beri padamu, meskipun aku tau aku bukan siapa siapa untukmu. Namun engkau harus tau, namamu selalu aku ucapkan dalam setiap doaku, semoga Allah selalu menjagamu dimanapun kamu berada, namamu bahkan selalu mengiringi setiap hembusan nafasku, meskipun aku tau ini berlebihan. Namun entah mengapa saat pertama berjumpa aku tau, engkau yang terbaik untukku. Dan hal itu yang membuatku mampu bertahan sampai detik ini, bertahan mencintaimu dalam diam.
                Hangat cinta yang kurasakan darimu seperti desir darah yang selalu menemaniku, dalam hidup. Tak tahan ingin kucurahkan segala perasaanku padamu, perasaan yang sejujurnya aku rasakan, bagaiman hati ini berdegup kencang saat kau berada didekatku, bagaimana mata ini memberikan cahaya berbeda saat aku menatapmu, dan mata ini seperti tak mau lepas memandangmu. Kasih ku ingin kau tau segalanya, kuingin kau tau alasan alasan mengapa saat memandangmu mataku tak mampu berkedip, mengapa saat aku melihatmu hatiku selalu berdegup kencang dan mengapa adrenalinku selalu memuncak saat bersamamu, aku hanya ingin kau tau alasan mengapa tubuhku seperti tertarik oleh pesonamu. Meski ku tau semuanya takkan terbalas olehmu, namun entah mengapa, akupun merasa aneh dengan diriku sendiri, tubuhku, emosiku dan segalanya seperti sudah terperangkap dalam lubang yang dalam, gelap, dan tidak ada jalan keluar, itulah pesonamu. Pesonamu bagaikan blackholes, gelap, dalam, dan tidak ada jalan keluar, bahkan tidak tau dimana ujungnya. Karena engkau telah menjadi miliknya, dan aku telah berjanji pada diriku sendiri, aku tidak akan mengganggu hubunganmu dengan dirinya, cukup aku mengagumi dalam kesendirian, dan dalam diam. Biarkanlah dirimu menjadi kenangan yang indah dan takkan pernah kulupa tuk selamanya.
                Kau seperti cermin yang telah kusam dan berdebu. Sebarkan noda dihatiku yang berkalan awan kelabu, sedangkan aku seperti kapas putih yang lemah, hambar dan terkulai, mencoba merapati cinta yang hitam dan kusam, aku jatuh cinta. Namun cinta itu salah, namun hatiku dan cintaku bernyawa karenamu. Namun mengapa saat kau tak sendiri aku baru berjumpa denganmu ? cinta ini akan menjadi satu pembelajaran berharga dalam perjalananku.
                Rasa keinginan tauku sepertinya selalu tinggi bila sudah bersangkutan dengan dirinya, namun terkadang rasa ingin tahuku yang membawaku kedalam kehancuran. Diam diam aku selalu melihat profil facebooknya ingin tau apa kegiatannya dan terkadang aku bahkan sampai men-cek siapaorang  yang sedang dekat dengan dirinya. Dan karena kebodohanku, karena rasa keingin tahuanku yang berlebihan aku menjadi terpuruk bila aku mengetahui hal hal yang tidak seharusnya aku dengar tentang dirinya.
                Mungkin Allah punya rencana yang indah suatu saat nanti, dan mungkin engkau juga akan mempunyai cerita yang lebih indah sama halnya denganku, tanpa kami harus bersama sama, tapi yakinlah kenangan akan dirimu, akan sifatmu, selalu aku ingat sampai kapanpun J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar